Laporan NYT: AS-Israel Ingin Tempatkan Mahmoud Ahmadinejad Jadi Presiden Iran

2 weeks ago 42

Ribuan warga berkumpul saat pemakaman massal untuk korban serangan sekolah perempuan di Minab, Iran, Selasa (3/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- AS dan Israel memiliki rencana untuk menempatkan mantan presiden konservatif Iran Ahmadinejad untuk memimpin Teheran beberapa hari setelah kedua negara melancarkan perang dan membunuh Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei pada 28 Februari. Demikian menurut laporan The New York Times pada Selasa.

Para pejabat AS mengatakan kepada Times bahwa rencana spekulatif itu digulirkan oleh Israel dengan persetujuan pemerintah Amerika Serikat untuk mengganti kepemimpinan Teheran.

Menurut Times, seseorang itu adalah Mahmoud Ahmadinejad, mantan presiden Iran yang dikenal karena pandangan garis kerasnya, anti-Israel dan anti-Amerika.

Laporan Times mencatat bahwa tidak diketahui bagaimana Ahmadinejad direkrut, tetapi bahwa ia adalah pilihan yang tidak biasa mengingat ia dikenal selama masa kepresidenannya dari tahun 2005-2013 karena seruannya untuk menghapus Israel dari peta.

Ia juga merupakan pendukung kuat program nuklir Iran, kritikus keras Amerika Serikat, dan dikenal karena menindak keras perbedaan pendapat internal.

"Namun, rencana awal dengan cepat gagal setelah Ahmadinejad terluka pada hari pertama perang akibat serangan Israel di rumahnya di Teheran yang dirancang untuk membebaskannya dari tahanan rumah," demikian menurut para pejabat yang berbicara dengan Times. 

Keberadaan Ahmadinejad yang 'Terluka'

Times melaporkan bahwa Ahmadinejad yang awalnya selamat dari ledakan, belum terlihat di depan umum sejak saat itu dan AS tak mengetahui keberadaan atau kondisi kesehatannya saat ini.

"Informasi yang baru dirilis tentang rencana AS-Israel untuk menempatkan Ahmadinejad sebagai pemimpin baru Iran adalah bagian dari rencana bertahap yang dikembangkan oleh Israel untuk menggulingkan pemerintahan teokratis Iran," demikian menurut Times.

Laporan menggarisbawahi bagaimana Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memasuki perang yang tak hanya salah menilai tentang seberapa cepat mencapai tujuan, tapi juga mempertaruhkan sebagian pada rencana berisiko untuk perubahan kepemimpinan di Iran.

Beberapa ajudan Trump bahkan menganggap rencana pencalonan Ahmadinejad sebagai hal yang tidak masuk akal.

Gedung Putih tidak menjawab pertanyaan Times tentang peran Ahmadinejad dalam rencana perubahan rezim. tetapi merilis pernyataan tentang arahan Amerika Serikat untuk perang melawan Iran.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |