PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mencatat pelemahan kinerja pada tahun lalu imbas penurunan bisnis properti dari kawasan industri.
![]()
PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mencatat pelemahan kinerja pada tahun lalu imbas penurunan bisnis properti dari kawasan industri. (Foto: Ist)
IDXChannel - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mencatat pelemahan kinerja pada tahun lalu imbas penurunan bisnis properti dari kawasan industri. Penjualan lahan milik perseroan di Subang, Jawa Barat, turun tajam setelah pada tahun sebelumnya melesat akibat efek pabrik BYD.
SSIA membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp4,43 triliun, turun 30 persen dibandingkan 2024 yang mencapai Rp6,31 triliun. Segmen properti mencatat kontraksi paling dalam dengan pendapatan anjlok 71 persen dari Rp2,26 triliun menjadi Rp665 miliar.
"Penurunan ini terutama disebabkan oleh perubahan dalam pengakuan penjualan lahan secara akuntansi serta keputusan investor yang lebih berhati-hati," kata manajemen SSIA melalui keterangan resmi, Selasa (7/4/2026).
Pada 2025, anak usaha SSIA, PT Suryacipta Swadaya (SCS) meraih penjualan lahan 46,9 hektare (ha) senilai Rp899,4 miliar dari Suryacipta Karawang dan Subang Smartpolitan. Angka ini turun 71 persen dibandingkan 2024 yang mencapai Rp2 triliun atau 162,4 ha.
Penurunan penjualan lahan itu tidak terlepas dari dampak adanya transaksi penjualan lahan BYD di Subang Smartpolitan yang bersifat satu kali (one-off). Sementara backlog penjualan lahan SCS mencapai 58,7 ha senilai Rp964,1 miliar.
.png)
6 hours ago
3















































