Kian Banyak WNA Jadi Mualaf, MUI Karawang akan Bentuk Mualaf Center

21 hours ago 11

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karawang berencana membentuk Mualaf Center menyusul meningkatnya jumlah warga negara asing (WNA) yang memeluk Islam di daerah tersebut. Lembaga itu disiapkan untuk memberikan pembinaan keagamaan yang lebih terarah kepada para mualaf.

Ketua MUI Kabupaten Karawang KH Tajuddin Nur mengatakan, selama ini MUI belum memiliki pusat pembinaan khusus bagi mualaf. Akibatnya, pendampingan pascaikrar syahadat masih dilakukan secara sederhana dengan melibatkan keluarga, saksi, pengurus MUI, maupun tokoh masyarakat.

"Kami memang belum memiliki Mualaf Center. Baru sebatas keinginan. Mudah-mudahan nanti bisa bekerja sama dengan Baznas sehingga pembinaan terhadap para mualaf dapat berjalan lebih baik," ujar Kiai Tajuddin saat dihubungi Republika, Selasa (4/8/2026).

Ia mengatakan, Mualaf Center nantinya diharapkan tidak hanya menjadi tempat pembinaan dasar keislaman, tetapi juga wadah silaturahim bagi para mualaf, termasuk warga negara asing yang menetap di Indonesia.

"Kami ingin ada semacam reuni atau pertemuan para saudara-saudara kita yang telah masuk Islam. Dengan begitu pembinaannya bisa lebih berkelanjutan," ucapnya.

Rencana pembentukan Mualaf Center muncul di tengah meningkatnya jumlah WNA yang mengucapkan dua kalimat syahadat di kantor MUI Karawang. Berdasarkan catatan MUI, hampir setiap bulan ada WNA yang datang untuk memeluk Islam. Sekitar 30 persen dari seluruh mualaf yang dibimbing MUI merupakan warga negara asing yang berasal dari China, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Jerman, hingga Finlandia.

Menurut Kiai Tajuddin, faktor utama yang mendorong seseorang memeluk Islam adalah hidayah dari Allah SWT. Namun, ia juga melihat keramahan masyarakat Indonesia dan interaksi para WNA dengan umat Islam menjadi daya tarik tersendiri.

"Dari pihak MUI kami berbaik sangka. Hidayah itu Allah yang memberikan. Selain itu, keramahan masyarakat Indonesia juga menjadi daya tarik sehingga mereka tertarik mengenal Islam," kata dia.

Ia menambahkan, fenomena meningkatnya jumlah mualaf tidak hanya terjadi di Karawang. Berdasarkan komunikasi antarpengurus MUI kabupaten/kota di Jawa Barat, prosesi pengislaman WNA maupun warga non-Muslim Indonesia juga kerap terjadi di Sukabumi, Indramayu, dan Tasikmalaya.

Kiai Tajuddin berharap keberadaan Mualaf Center nantinya dapat memperkuat pembinaan akidah para mualaf sehingga mereka tidak hanya berhenti pada pengucapan syahadat.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |