REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketika kehilangan habitat, perburuan, perdagangan ilegal satwa, dan konflik dengan manusia terus mengancam keberadaan harimau di berbagai negara, Nepal mencatatkan arah yang berbeda. Estimasi populasi harimau liar di negara Himalaya tersebut meningkat 21 persen dalam empat tahun terakhir menjadi 429 ekor.
Angka itu tercantum dalam hasil sensus harimau nasional terbaru yang diumumkan Pemerintah Nepal bertepatan dengan Hari Harimau Sedunia, Rabu (29/7/2026), di Kathmandu. Populasi tersebut bertambah 74 ekor dibandingkan sensus sebelumnya pada 2022 yang mencatat 355 harimau.
Departemen Taman Nasional dan Konservasi Satwa Liar Nepal mengumumkan hasil sensus tersebut di hadapan Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Lingkungan Nepal Geeta Chaudhary. Sensus dipimpin departemen itu dengan melibatkan Departemen Kehutanan dan Konservasi Tanah, pemerintah provinsi, Angkatan Darat Nepal, serta sejumlah mitra konservasi.
Hasil terbaru memperpanjang tren pemulihan populasi harimau Nepal. Ketika penghitungan ilmiah nasional dimulai pada 2009, Nepal diperkirakan hanya memiliki 121 harimau. Jumlahnya kemudian meningkat menjadi 198 ekor pada 2013, 235 ekor pada 2018, 355 ekor pada 2022, dan kini 429 ekor. Dalam 17 tahun, populasi harimau Nepal telah bertambah lebih dari tiga kali lipat.
Chitwan Jadi Benteng Terbesar
Bentang Taman Nasional Chitwan dan kawasan sekitarnya menjadi rumah bagi populasi harimau terbesar di Nepal dengan estimasi 145 ekor. Jumlah itu meningkat 17 ekor dibandingkan 128 harimau yang tercatat pada 2022.
Posisi berikutnya ditempati bentang Taman Nasional Bardiya dengan 112 harimau. Sementara itu, Parsa memiliki 71 harimau, Banke sebanyak 51 harimau, serta Shuklaphanta dan kawasan sekitarnya 50 harimau. Jika dijumlahkan, populasi di lima bentang tersebut mencapai 429 ekor.
Pertumbuhan terbesar terjadi di Parsa. Populasi harimau di kawasan itu melonjak dari 41 ekor pada 2022 menjadi 71 ekor pada 2026 atau bertambah 30 ekor.
Banke juga mencatat kenaikan signifikan dari 25 menjadi 51 harimau. Populasi di Shuklaphanta bertambah dari 36 menjadi 50 ekor, sedangkan Chitwan meningkat dari 128 menjadi 145 ekor.
Namun, keberhasilan tersebut tidak terjadi secara merata. Bardiya menjadi satu-satunya kawasan yang mengalami penurunan. Populasi harimau di bentang itu menyusut dari 125 ekor pada 2022 menjadi 112 ekor pada sensus terbaru.
sumber : Xinhua
.png)
1 week ago
25














































