Kapal tanker Shenlong berbendera Liberia, yang membawa minyak mentah dari Arab Saudi ke India melalui Selat Hormuz, tiba di Pelabuhan Mumbai di Mumbai, India, 12 Maret 2026. Iran telah mengizinkan kapal tanker minyak India untuk melewati Selat Hormuz setelah pembicaraan diplomatik antara Menteri Luar Negeri S. Jaishankar dan mitranya dari Iran, Abbas Araghchi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Indonesia menyambut positif pengumuman Pemerintah Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz bagi pelayaran komersial internasional. Langkah ini menjadi sinyal meredanya ketegangan geopolitik global sekaligus memberikan optimisme terhadap stabilisasi pasokan energi dunia.
“Pembukaan kembali Selat Hormuz merupakan perkembangan yang sangat positif bagi stabilitas pasokan energi global, termasuk Indonesia. Ini memberikan kepastian terhadap jalur distribusi energi yang sebelumnya sempat terganggu akibat dinamika geopolitik,” ujar Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Lebih lanjut, pemerintah sejak awal telah mengantisipasi berbagai skenario gangguan pasokan global, antara lain melalui penguatan stok nasional dan diversifikasi sumber energi.
“Pemerintah memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga selama periode ketidakpastian. Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, tekanan terhadap rantai pasok global mulai mereda, termasuk pada pergerakan harga minyak dunia yang menunjukkan tren penurunan,” ujar Anggia.
Sebelumnya, otoritas Iran mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz bagi pelayaran komersial internasional. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyampaikan jalur pelayaran untuk semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka.
“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka,” ujar Abbas.
Pembukaan kembali Selat Hormuz langsung direspons positif oleh pasar global melalui penurunan harga minyak yang signifikan, mencerminkan berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi.
Sebagaimana diketahui, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama distribusi energi global yang sangat menentukan kelancaran rantai pasok minyak dan gas.
Sementara itu, terkait kapal milik Pertamina yang sebelumnya tertahan di kawasan tersebut, Kementerian ESDM terus berupaya dan berkoordinasi agar kedua kapal dapat segera melintas.
“Pemerintah terus melakukan upaya negosiasi agar kapal milik Indonesia dapat melintas. Sebelumnya juga telah ada sinyal positif dari pemerintah Iran terkait hal ini. Kami berharap proses pelayaran secara bertahap kembali normal seiring dengan dibukanya jalur tersebut. Pemerintah terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran distribusi energi ke dalam negeri tetap terjaga,” kata Anggia.
Di sisi lain, pemerintah menegaskan terus memantau perkembangan situasi global secara ketat serta mengambil langkah responsif guna menjaga stabilitas pasokan dan harga energi domestik.
sumber : ANTARA
.png)
2 hours ago
2
















































