IHSG Berpotensi Variatif di Tengah Pasar Cermati Perkembangan AS-Iran

7 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (25/3/2026), berpotensi bergerak variatif di tengah pelaku pasar masih mencermati perkembangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran. IHSG dibuka melemah 22,22 poin atau 0,31 persen ke posisi 7.084,62. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,20 poin atau 0,17 persen ke posisi 723,60.

"IHSG diperkirakan berpotensi melemah dan menguji level support di 6.800-7.000," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim dalam kajiannya, Rabu.

Dari mancanegara, Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menghentikan sementara perang dengan Iran karena telah terjadi negosiasi dan menunda serangan militer terhadap PLTU Iran, apabila tidak segera membuka Selat Hormuz. Namun demikian, Iran membantah telah terjadi negosiasi meskipun mengakui telah menerima pesan dari negara lain tentang permintaan AS untuk berdialog.

Sebelumnya, Iran mengancam akan menyerang infrastruktur energi, teknologi informasi dan desalinasi milik AS dan Israel apabila AS menyerang infrastruktur energi Iran. Sementara itu, gejolak harga minyak mentah dan gas memicu bank sentral berbagai negara siaga penuh terhadap potensi inflasi yang kembali meningkat.

Pada pekan lalu, The Fed, Europan Central Bank (ECB), Bank of England (BoE), Bank of Japan (BoJ) dan Bank of Canada mempertahankan suku bunganya masing-masing tetap. The Fed masih memproyeksikan satu kali penurunan suku bunga sebesar 25 bps pada tahun ini, namun investor sudah tidak memperhitungkan hal tersebut karena kecemasan terhadap inflasi.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) menurunkan ambang batas pembelian dolar AS yang wajib melampirkan dokumen pendukung menjadi 50 ribu dolar AS dari sebelumnya 100 ribu dolar AS, yang bertujuan meredam aksi spekulasi yang dapat memperburuk volatilitas rupiah.

Aturan ini mulai berlaku 1 April 2026 dengan masa transisi hingga 30 April 2026. Namun, BI meningkatkan batas transaksi hedging menjadi 10 juta dolar AS per transaksi dari 5 juta dolar AS per transaksi agar korporasi dapat mengelola risiko nilai tukar.

Selain itu, pemerintah menyatakan sedang mengkaji sejumlah langkah efisiensi anggaran, terutama di pos pengeluaran Kementerian/Lembaga (K/L) yang dinilai masih bisa ditekan, untuk menjaga disiplin fiskal dan memastikan program prioritas tetap berjalan di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia.

Pemerintah juga mengkaji kebijakan WFH satu hari dalam sepekan atau opsi kerja empat hari bagi ASN dan swasta untuk menghemat konsumsi BBM. "Investor sangat menantikan kebijakan apa yang akan ditempuh oleh pemerintah," ujar Ratna.

Pada perdagangan Selasa (24/3/2026), bursa saham Eropa bergerak variatif, di antaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,08 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,72 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,07 persen, serta indeks CAC Prancis menguat 0,23.

Sementara itu, bursa AS di Wall Street kompak melemah pada Selasa (24/3/2026), di antaranya indeks S&P 500 melemah 0,37 persen ke 6.556,37, indeks Nasdaq terpangkas 0,77 persen ke 22.002,45, dan indeks Dow Jones melemah 0,18 persem ke 46.124,06.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 1.515,60 poin atau 2,90 persen ke 53.767,90, indeks Shanghai menguat 41,52 poin atau 1,07 persen ke 3.922,80, indeks Hang Seng menguat 318,00 poin atau 1,27 persen ke 25.381,72, dan indeks Strait Times menguat 35,06 poin atau 0,72 persen ke 4.897,49.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |