Harga Minyak di Timteng Tembus USD150 per Barel Imbas Perang Berkepanjangan

15 hours ago 3

Perang antara Iran dan Israel yang dibekingi Amerika Serikat (AS) belum menunjukkan tanda-tanda selesai.

 Ist)

Perang antara Iran dan Israel yang dibekingi Amerika Serikat (AS) belum menunjukkan tanda-tanda selesai. (Foto: Ist)

IDXChannel - Perang antara Iran dan Israel yang dibekingi Amerika Serikat (AS) belum menunjukkan tanda-tanda selesai. Situasi ini memicu krisis di Timur Tengah (Timteng) yang berdampak pada lonjakan harga minyak mentah (crude oil).

Keputusan Iran memblokade Selat Hormuz mendorong kenaikan harga minyak karena 20 persen arus perdagangan minyak global melewati selat tersebut. Baru-baru ini, Israel juga menyerang ladang gas alam South Pars milik Iran yang mengancam ketahanan energi global.

Berdasarkan data Trading Economics, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD97 per barel. Namun, di Timur Tengah seperti Oman dan Dubai, harga minyak acuan sudah menyentuh level USD150, menandai krisis pasokan. Para pedagang berebut amankan minyak dari Teluk Persia.

"Ini murni akibat kelangkaan stok yang mendorong harga," kata Kepala Ekonom Argus Media, David Fyfe dikutip dari Financial Times, Kamis (19/3/2/2026).

Minyak dari Oman yang harus melewati Selat Hormuz menyentuh angka USD154 per barel pada Kamis. Kenaikan harga ini imbas minimnya stok minyak yang keluar dari Timteng.

Halaman : 1 2 3

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |