Ilustrasi pengelolaan keuangan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ingin cepat kaya mungkin menjadi salah satu godaan terbesar bagi generasi Z ketika mulai belajar mengelola uang. Di tengah derasnya konten finansial di media sosial, investasi kerap ditampilkan sebagai jalan menuju kebebasan finansial dengan hasil yang seolah bisa diraih dalam waktu singkat.
Padahal, membangun kekayaan membutuhkan proses, konsistensi, dan kemampuan menentukan prioritas keuangan. Head of Investment Specialist PT Syailendra Capital Syanne Gracetine Polii mengatakan ekspektasi untuk menjadi kaya dalam waktu cepat menjadi tantangan tersendiri dalam memperkuat literasi investasi generasi muda.
"Kita harus mengakui bahwa sekarang itu persaingan dalam era di mana anak muda fokusnya kaya cepat," kata Syanne dalam Syailendra Media Talks bertajuk "Gold 360°: One Asset, Four Perspectives" di Jakarta, Senin (31/8/2026).
Menurut dia, generasi muda saat ini berhadapan dengan beragam informasi keuangan di media sosial. Sebagian konten menawarkan gambaran mengenai keuntungan investasi atau peluang mendapatkan penghasilan besar dalam waktu singkat.
Paparan tersebut dapat membuat proses membangun kekayaan secara bertahap dan dalam jangka panjang terasa kurang menarik bagi investor muda. Syanne mengatakan generasi Z perlu membangun kebiasaan untuk mempertimbangkan konsekuensi dari setiap keputusan keuangan, baik untuk kebutuhan saat ini maupun kondisi di masa mendatang.
Ia menyebut pendekatan "pain and gain" dapat digunakan ketika menentukan prioritas. Generasi muda perlu melihat apa yang harus dikorbankan ketika memilih memenuhi keinginan saat ini dibandingkan mengalokasikan uang untuk tujuan keuangan jangka panjang.
"Pertanyaan antara memilih masa kini dan masa depan sebenarnya dua hal yang memang harus diperjuangkan, harus dicicil, harus ada pengorbanan masing-masing," ujarnya.
sumber : Antara
.png)
3 days ago
19
















































