Gelar P3DN Summit 2026, Pertamina Perkuat Industri Nasional Menuju Daya Saing Global

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) kembali menegaskan komitmennya memperkuat industri nasional melalui penyelenggaraan Pertamina P3DN Summit 2026. 

Ajang ini wujud peran Pertamina sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Tak hanya menjaga ketahanan energi, juga mendorong Peningkatan Penggunaan Produk dalam Negeri (P3DN), memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia.

Komitmen ini memberikan dampak ekonomi signifikan. Berdasarkan kajian independen Universitas Indonesia (2025), implementasi P3DN di lingkungan Pertamina menghasilkan output ekonomi nasional Rp 1.388,9 triliun. 

Selain itu,  berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Rp 772,9 triliun, serta mendukung penyerapan sekitar 4,47 juta tenaga kerja.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengapresiasi kontribusi Pertamina dalam memperkuat fondasi perekonomian nasional. Menurutnya, Pertamina adalah bedrock atau tumpuan perekonomian Indonesia.

"Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pertamina atas kontribusi nyata ini," ujar Airlangga. 

Sejalan dengan hal itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengatakan penyelenggaraan P3DN Summit 2026 sejalan dengan visi pembangunan nasional dalam Asta Cita Pemerintah. 

Khususnya, dalam memperkuat hilirisasi, meningkatkan nilai tambah industri, dan mewujudkan kemandirian ekonomi.

"Pertamina ingin menjadi lokomotif yang menggerakkan industri nasional menuju panggung global. Setiap investasi yang dilakukan harus mampu memperkuat kapasitas industri dalam negeri,’’katanya dalam keterangan, Kamis (22/7/2026). 

Dengan demikian, jelas Simon,  setiap proyek energi bukan hanya menghadirkan manfaat bisnis, tetapi juga menjadi fondasi bagi kemandirian ekonomi Indonesia.

Menurut Direktur Logistik & Infrastruktur Pertamina, Jaffee Arizon Suardin, skala bisnis Pertamina yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir memberikan peluang besar untuk meningkatkan penyerapan produk dan jasa dalam negeri. 

Melalui sinergi Holding, Subholding, hingga Anak Perusahaan, Pertamina terus mengoptimalkan belanja perusahaan agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi industri nasional.

Pertamina hadir bukan hanya sebagai pengguna produk dalam negeri, juga sebagai mitra strategis bagi pertumbuhan industri nasional. Ketika produk lokal kian banyak terserap, industri manufaktur semakin berkembang, investasi meningkat, dan lapangan kerja baru tercipta.

‘’Inilah makna sesungguhnya dari Energizing Indonesia—tidak hanya menghadirkan energi bagi negeri, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Jaffee.

Komitmen tersebut tecermin dari realisasi belanja produk dalam negeri Pertamina sepanjang 2025 yang mencapai Rp 531,5 triliun, meningkat 27,95 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Kontribusi terbesar berasal dari belanja infrastruktur operasional dan kegiatan pemeliharaan sebesar Rp 309,6 triliun atau sekitar 58,2 persen dari total realisasi.

Hingga Juni 2026, realisasi penyerapan belanja produk dalam negeri Pertamina telah mencapai Rp239,9 triliun, mencerminkan konsistensi perusahaan dalam memperkuat ekosistem industri nasional. 

Melalui P3DN Summit 2026, Pertamina berharap dapat mempererat kolaborasi antara pemerintah, BUMN, pelaku industri, dan UMKM untuk mempercepat transformasi industri Indonesia agar semakin kompetitif dan mampu bersaing di pasar global.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |