Emiten Farmasi Ini Gandeng Perusahaan China Kembangkan Obat Kanker di Indonesia

17 hours ago 5

PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) resmi menggandeng perusahaan raksasa farmasi asal China, Sino Biopharmaceutical Group (SBP Group).

 Dok. Kemenko Perekonomian)

PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) resmi menggandeng perusahaan raksasa farmasi asal China, Sino Biopharmaceutical Group. (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

IDXChannel - PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) resmi menggandeng perusahaan raksasa farmasi asal China, Sino Biopharmaceutical Group (SBP Group) untuk mengembangkan obat inovatif, terutama obat kanker di Indonesia. Kolaborasi ini bakal memperkuat ekosistem industri farmasi yang selama ini tergantung dengan produk impor.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah memacu penguatan industri farmasi nasional sebagai langkah strategis untuk membangun ekosistem kesehatan yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing. Upaya ini dilakukan untuk memenuhi harapan Presiden Prabowo agar Indonesia memiliki kemandirian di sektor obat-obatan dan mengurangi ketergantungan pada produk impor.

Menurut Airlangga, kerja sama strategis antara pelaku industri nasional dan mitra global menjadi kunci untuk mempercepat transfer teknologi, pengembangan inovasi, peningkatan kapasitas manufaktur, serta penguatan rantai pasok dalam negeri. Dia pun mengapresiasi pendirian PT Tempo CTTQ Biopharmaceutical Indonesia (TCBI) yang merupakan perusahaan patungan Tempo Scan dan Sino Biopharmaceutical melalui Chia Tai Tianqing Pharmaceutical Group (CTTQ).

“Saya ucapkan selamat, dan keberhasilan PT Tempo Scan mengandeng Sino Bio Farmasi (Sino Biopharmaceutical Group), ini merupakan hal yang luar biasa dan juga ini menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap prospek perekonomian di Indonesia. Joint Venture dengan Chia Tai Tianqing Farmasi (CTTQ) ini tepat waktu, karena Bapak Presiden selalu mengharapkan kita punya kemandirian di bidang obat-obatan,” ujar Airlangga dalam peresmian pembentukan TCBI di Jakarta, dikutip Sabtu (25/7/2026).

Airlangga menjelaskan, kolaborasi ini difokuskan untuk mendorong pengembangan biofarmasi nasional, khususnya dalam memenuhi kebutuhan obat-obatan penanganan penyakit onkologi, liver, diabetes, pernapasan, hingga antiinfeksi. Selain itu, kemitraan ini ditujukan untuk memproduksi berbagai produk biologis bernilai tinggi, seperti antibodi monoklonal, biosimilar, protein rekombinan, sitokin, dan insulin biologis, yang selama ini sebagian besar masih didatangkan dari luar negeri.

Halaman : 1 2

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |