El Nino Menguat, Petani Aceh Besar Hadapi Ancaman Kekeringan

2 hours ago 1

Petani menanam padi di lahan yang mulai mengering akibat berkurangnya pasokan air di Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Kamis (23/7/2026). Kemarau berkepanjangan menyebabkan sejumlah areal persawahan mengalami kekeringan sehingga mengganggu proses tanam dan berpotensi menurunkan hasil panen. (FOTO : EPA/HOTLI SIMANJUNTAK)

Meski kondisi lahan semakin kering, para petani tetap berupaya menanam padi dengan memanfaatkan sisa air yang masih tersedia di saluran irigasi. (FOTO : EPA/HOTLI SIMANJUNTAK)

Kekeringan yang melanda wilayah Aceh Besar mulai menimbulkan kerugian bagi petani karena meningkatnya risiko gagal tanam maupun penurunan produktivitas pertanian. (FOTO : EPA/HOTLI SIMANJUNTAK)

BMKG Aceh mengingatkan bahwa sebagian besar wilayah Provinsi Aceh telah memasuki musim kemarau, sementara fenomena El Nino diperkirakan mencapai intensitas kuat hingga Januari 2027. (FOTO : EPA/HOTLI SIMANJUNTAK)

Petani berharap hujan segera turun dan pasokan air irigasi kembali normal agar tanaman padi dapat tumbuh dengan baik serta mengurangi potensi kerugian akibat musim kemarau yang berkepanjangan. (FOTO : EPA/HOTLI SIMANJUNTAK)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, ACEH BESAR -- Retakan tanah mulai terlihat di sejumlah petak sawah di Aceh Besar. Meski pasokan air terus berkurang, para petani tetap menanam padi dengan harapan musim masih berpihak kepada mereka. Kemarau berkepanjangan yang melanda wilayah tersebut mulai mengganggu aktivitas pertanian dan mengancam hasil panen.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh juga mengingatkan bahwa sebagian besar wilayah Aceh telah memasuki musim kemarau, sementara fenomena El Niño diperkirakan mencapai intensitas kuat hingga Januari 2027.

sumber : EPA

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |