DPR mendorong Pemerintah menata kembali kebijakan subsidi energi.
![]()
DPR Usul Beli LPG Pakai Data Biometrik dan Larang Mobil Pakai Pertalite
IDXChannel - DPR mengusulkan kepada pemerintah untuk mereformasi kebijakan subsidi energi di tengah konflik Timur Tengah. Apalagi, kata dia, mayoritas penerima subsidi energi seperti elpiji dan BBM tak tepat sasaran.
"Data susenas memperlihatkan bahwa subsidi solar dan LPG selama ini tidak tepat sasaran. Sebagai contoh, di tahun 2022, pelaksanaan subsidi solar dan LPG di niatkan untuk subsidi rumah tangga miskin. Namun, realisasi subsidi dinikmati rumah tangga mampu," kata Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, Rabu (8/4/2026).
Kendati demikian, Said mendorong Pemerintah menata kembali kebijakan subsidi energi.
Menurutnya, subsidi energi seperti LPG harus diarahkan kepada 40 persen penduduk yang berpendapatan rendah, atau desil 6 ke bawah seperti pelaku usaha mikro, nelayan kecil, buruh tani atau petani kecil.
Menurutnya, ada sejumlah opsi yang bisa ditata ulang untuk memperbaiki kebijakan subsidi energi.
"Pertama, data harus akurat. Kedua, penerima manfaat dapat menggunakan biometrik," katanya.
Said mencontohkan, Pemerintah India telah menjalankan Sistem Asdhaar yang berisi nomor identitas biometrik yang langsung terhubung dengan rekening perbankan penerima subsidi.
Menurutnya, sistem ini sulit dimanipulasi, sebab subsidi tidak diberikan dalam bentuk uang tunai.
"Tetapi penyaluran bantuan subsidi LPG yang dilewatkan rekening penerima, tetapi hanya di bisa digunakan untuk transaksi membeli LPG melalui biometrik," kata Said.
.png)
18 hours ago
6

















































