Didorong Kunjungan Wisatawan, HIPPINDO Optimistis Bisnis Ritel Ekspansif di Semester II-2026

7 hours ago 4

Bisnis ritel di Indonesia dinilai menunjukkan performa ekspansif, terutama didorong tingginya mobilitas wisatawan.

 iNews Media Group.

Didorong Kunjungan Wisatawan, HIPPINDO Optimistis Bisnis Ritel Ekspansif di Semester II-2026. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Bisnis ritel di Indonesia dinilai menunjukkan performa ekspansif, terutama didorong tingginya mobilitas wisatawan. Kondisi tersebut mendongkrak aktivitas belanja domestik, sehingga para pelaku usaha tetap optimistis menyambut momentum paruh kedua tahun atau semester II-2026 ini.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Budihardjo Iduansjah, menyatakan pergerakan manusia ke dalam negeri masih cukup besar meskipun data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara pada Juni 2026 sebanyak 1,39 juta kunjungan atau turun 2,15 persen (y-on-y).

"Jadi pertama kalau untuk optimisme sektor retail di Indonesia sampai akhir tahun, kami para retail kalau melihat kemarin masa holiday itu kunjungan turis cukup banyak ya dan tempat-tempat wisata, hotel, mal di Bali, di Jakarta, Bandung itu semua penuh. Jadi sebenarnya pergerakan manusia ke Indonesia masih sangat besar," ujar Budihardjo saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (6/8/2026).

Dia menambahkan soal program belanja nasional yang dikolaborasikan bersama pemerintah menjadi katalisator untuk mengoptimalkan perputaran roda ekonomi. Program dimaksud adalah Belanja di Indonesia Aja (BINA), yang menargetkan minat konsumen melalui diskon-diskon di pusat perbelanjaan, dan sudah berlangsung beberapa tahun belakangan secara musiman per kuartal.

"Dalam program BINA itu biasanya kami itu berjalan satu bulan itu dengan kolaborasi F&B, dan semua itu angkanya sekitar Rp 50 triliun perputaran uangnya. Nah kami harapkan mulai besok sampai misalkan sampai 2 minggu ke depan (program BINA) ya mungkin sekitar 25 triliun dari diskon yang menjadi bagian program BINA. Tahun lalu sekitar angkanya di 30-an triliun rupiah dari agenda BINA se-Indonesia," ujarnya.

Halaman : 1 2

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |