REPUBLIKA.CO.ID, JENEWAS -- Dewan Jenewa untuk Hak dan Kebebasan, sebuah organisasi hak asasi manusia yang berbasis di Jenewa telah menyampaikan kekhawatiran atas penangkapan dan deportasi cepat Abdul Karim Miqdad yang berusia 41 tahun dari Indonesia ke Siprus. Organissi itu memperingatkan bahwa langkah tersebut dapat menjadi langkah menuju ekstradisinya ke Israel.
Seperti dilansir laman philenews, Polisi Siprus menuduh Miqdad sebagai dalang serangan teroris yang direncanakan. Seorang pria berusia 33 tahun, pria 38 tahun, dan 54 tahun, semuanya berasal dari Palestina, saat ini sedang diadili di Siprus atas rencana tersebut. Seorang pria berusia 37 tahun ditangkap di Kreta pada awal Juni sehubungan dengan kasus sama.
Adapun Miqdad polisi menuduhnya bertindak sebagai "pengatur" jaringan tersebut. Menurut berkas kasus yang diajukan ke pengadilan Siprus, ia tinggal di Malaysia, di mana Miqdad diduga mengarahkan anggota jaringan lainnya untuk membuat alat peledak berkekuatan tinggi, dengan tujuan yang dinyatakan untuk melakukan serangan terhadap kepentingan Israel di Republik Siprus.
Miqdad ditangkap pada 16 bulan ini di Indonesia dan dideportasi ke Siprus pada hari berikutnya. Ia lantas ditahan oleh Kepolisian Siprus. Kecepatan proses ini deportasi menuai keberatan dari warga Palestina, yang mengatakan hal itu menimbulkan kekhawatiran terkait hak asasi manusia.
Situs berita Palestine Chronicle mempertanyakan kecepatan deportasi pria berusia 41 tahun itu ke Siprus dan menyuarakan kekhawatiran bahwa otoritas Siprus dapat menyerahkannya kepada Israel. Situs tersebut merujuk pada pernyataan yang dibuat oleh Dewan Jenewa untuk Hak dan Kebebasan (GCRL).
GCRL adalah organisasi non-pemerintah yang berbasis di Jenewa. Organisasi ini berpartisipasi dalam pertemuan dan proses internasional, termasuk sesi Perserikatan Bangsa-Bangsa, di mana mereka menyampaikan intervensi dan laporan tentang isu-isu hak asasi manusia.
Rangkaian peristiwa yang cepat
Pernyataan GCRL menunjukkan bahwa hak-hak Miqdad mungkin telah dilanggar. Organisasi itu mengatakan bahwa rangkaian peristiwa yang cepat telah menimbulkan kekhawatiran bahwa deportasi tersebut dapat menjadi langkah awal menuju ekstradisinya ke Israel.
.png)
4 hours ago
3

















































