REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 pada Jumat (28/11/2025) malam WIB. Di hadapan para pejabat institusi keuangan, ia menyampaikan, keberjalanan pemerintahannya selama setahun pertama, membuahkan hasil yang positif.
"Saya merasa bahwa satu tahun pemerintahan yang saya pimpin ternyata kita telah membuktikan kepada seluruh rakyat Indonesia. Hasil-hasil nyata, prestasi-prestasi yang cukup bisa kita banggakan," kata Prabowo dalam sambutannya di PTBI 2025 di Kompleks BI, Jakarta Pusat, Jumat (28/11/2025).
Klaim Prabowo didasarkan pada paparan data ekonomi yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur BI Perry Warjiyo. Dalam momen PTBI 2025 tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia disebut tumbuh positif.
Hal itu dibuktikan dengan peningkatan konsumsi masyarakat menurut Mandiri Spending Index mencapai 312 pada November 2025 di atas threshold 300. Investasi juga mengalami peningkatan, tercatat Januari-September 2025 sebesar Rp 1.434 triliun, tumbuh 13,7 persen (yoy). Kehadiran BPI Danantara disinyalir bakal semakin mendongrak besaran investasi.
Selain itu, realisasi belanja Pemerintah pun terus diakselerasi, per 24 November belanja kementerian/lembaga (K/L) mencapai Rp 1.109 triliun, atau 86,9 persen dari outlook. Dan belanja untuk program prioritas Presiden telah mencapai Rp 213 triliun. Inflasi pun terkendali sebesar 2,86 persen (yoy) pada Oktober 2025, masih berada di rentang sasaran 2,5 plus minus 1 persen.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tercatat telah dirasakan lebih 44 juta anak. Lalu, Pemerintah juga menggelontorkan berbagai stimulus ekonomi, seperti diskon transportasi, bantuan langsung tunai (BLT) Kesra sebesar Rp 900 ribu untuk 35 juta keluarga penerima manfaat selama 3 bulan dengan anggaran Rp 31 triliun. Program magang untuk 100 ribu peserta untuk 6 bulan dengan anggaran Rp 1,37 triliun.
Kemudian dari sisi moneter, BI telah menurunkan suku bunga sebanyak 125 basis poin (bps) sepanjang berjalannya tahun 2025. BI Rate yang kini berada di level 4,75 persen telah berdampak pada pertumbuhan kredit.
BI juga terus mengoptimalisasi local currency transaction (LCT) dengan enam negara mitra, yaitu Malaysia, Thailand, Jepang, China, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab (UEA). Total nilai transaksi Rp 20,19 miliar pada Oktober 2024-Oktober 2025.
Optimalisasi quick respons Indonesia standard (QRIS) juga terus berekspansi, baik telah digunakan 58 juta konsumen dan 40 juta merchant. QRIS Cross Border juga mencatatkan pertumbuhan yang terus bergerak positif.
"Saya katakan, ini adalah sinergi kerja sama yang cukup baik diantara pengelola-pengelola perekonomian kita, karena saya merasa sangat dibantu oleh tokoh-tokoh kunci dalam pengelolaan ekonomi kita. Saya merasa hasil kerja sama kita sudah membuktikan hasil," terang Prabowo.
.png)
1 hour ago
1














































