Dedi Mulyadi Ajak Masyarakat tak Berutang demi Pesta Nikah Atau Sunatan

5 hours ago 1

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak seluruh masyarakat Jawa Barat berpenghasilan rendah untuk tidak berutang demi menggelar pesta pernikahan atau khitanan berskala besar. Ia mengaku berencana membuat surat edaran yang bersifat imbauan kepada masyarakat.

"Surat edarannya belum dibuat tapi andai kata dibuat sifatnya adalah ajakan atau imbauan buat masyarakat yang berpenghasilan rendah, mereka melaksanakan hajatan khitanan atau nikahan sebaiknya tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan biaya tinggi dan pada akhirnya menjadi beban utang," ucap dia belum lama ini.

Ia mengaku sering menemukan di berbagai tempat masyarakat memaksakan diri menggelar pesta khitanan dan pernikahan dan berujung utang besar. Dedi menyebut kondisi itu menjadi masalah dan berdampak kepada menambah angka kemiskinan.

"Kita tahu di berbagai tempat banyak orang memaksakan diri melaksanakan khitanan maupun nikahan menimbulkan utang besar, sehingga menjadi problem dan menambah angka kemiskinan," kata dia.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak pasangan muda di Jawa Barat yang hendak menikah untuk tidak terlalu mewah dalam menggelar pernikahan. Ia pun mengajak pasangan muda lebih memikirkan agar memiliki rumah.

"Saya mengajak pada semuanya, ketika Anda menikah, daripada bikin pesta, lebih baik uangnya untuk uang muka perumahan. Bener teu? Pesta itu jadi rajanya cuma semalam. Kalau kita punya rumah, kita jadi raja selamanya," ucap dia di Katapang, Kabupaten Bandung, Senin (13/4/2026) malam.

Ia mengajak pasangan muda yang hendak menikah khususnya generasi Z pun untuk tidak memakai uang pinjaman demi menggelar pesta pernikahan. Lebih baik, Dedi mengajak mereka untuk menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) dan uangnya digunakan untuk menyicil rumah.

"Nggak usah ada pesta yang panjang, nggak usah seserahan segala dikerahkan tapi duitnya minjem dari bank emok. Segala dibuat-buat, pengantin pakai voorijder, pake bunga, untuk apa kalau uangnya pinjam. Lebih baik, pagi-pagi akad nikah di kantor KUA, siang sudah pulang ke rumah sendiri walaupun nyicil," kata dia.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |