REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- PT Danantara Investment Management (DIM) menetapkan mitra pelaksana proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Perseroan juga menargetkan tahap penyusunan desain proyek dapat rampung pada tahun ini. Direktur Investasi PT DIM Fadli Rahman mengatakan proses pemilihan mitra telah selesai dan kini memasuki tahap percepatan pembangunan proyek.
"Hari ini kami melaporkan kepada Plt Bupati Bekasi bahwa proses pemilihan mitra sudah selesai sekaligus menyampaikan tahapan percepatan menuju pembangunan proyek PSEL," ujar Fadli di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (22/7/2026).
Fadli menjelaskan, perusahaan pengelola waste to energy asal China, Everbright Harmony, ditetapkan sebagai mitra pelaksana pembangunan PSEL Kabupaten Bekasi. Penetapan tersebut menandai dimulainya tahapan baru proyek strategis nasional itu.
Menurut dia, setelah penetapan mitra, perseroan akan memulai penyusunan desain dengan target selesai pada tahun ini. Setelah itu, peletakan batu pertama (groundbreaking) ditargetkan berlangsung pada akhir 2026 atau paling lambat Januari 2027.
"Tahun ini kami menargetkan penyelesaian tahap desain, kemudian groundbreaking pada akhir 2026 atau paling lambat Januari 2027. Proses pembangunan diperkirakan berlangsung dua tahun sehingga pada 2029 fasilitas ini diharapkan sudah beroperasi," katanya.
Fadli menilai Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung proyek tersebut, terutama melalui penyediaan infrastruktur pendukung. Menurut dia, koordinasi intensif akan terus dilakukan agar seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai jadwal.
"Kami melihat komitmen Pemkab Bekasi sangat kuat. Dengan sinergi yang terus terjalin, kami optimistis pembangunan PSEL berjalan sesuai target sehingga fasilitas ini segera beroperasi dan menjadi solusi pengelolaan sampah yang modern serta berkelanjutan bagi Kabupaten Bekasi," ujarnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan pemerintah daerah telah mempersiapkan seluruh kebutuhan utama pembangunan PSEL selama hampir satu tahun terakhir.
Persiapan tersebut meliputi penyelesaian dokumen administrasi, penyediaan lahan seluas lima hektare yang telah menjadi aset pemerintah daerah, serta dukungan pembiayaan sebesar Rp 16,5 miliar untuk proses pematangan lahan.
"Kami juga memprioritaskan pelebaran akses jalan dan pembangunan jembatan menuju lokasi PSEL agar seluruh kebutuhan proyek dapat terpenuhi sehingga pembangunan bisa berjalan sesuai target," ujar Asep.
Ia menegaskan pembangunan PSEL menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi timbulan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng yang saat ini menerima sekitar 1.300 ton sampah setiap hari.
"Ini bukan hanya membangun fasilitas pengolahan sampah, tetapi membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Karena itu, seluruh tahapan persiapan harus dilakukan secara matang agar pelaksanaan proyek berjalan lancar serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Kabupaten Bekasi," katanya.
Asep mengatakan pada tahap awal operasional, PSEL ditargetkan mampu mengolah 1.000 ton sampah per hari. Kapasitas tersebut akan ditingkatkan secara bertahap seiring kesiapan sistem pengangkutan dan operasional.
Menurut dia, fasilitas tersebut diharapkan mampu menekan volume sampah yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas industri di Kabupaten Bekasi.
"Dengan jumlah penduduk yang kini mencapai 3,4 juta jiwa serta ribuan perusahaan yang beroperasi, fasilitas PSEL menjadi solusi jangka panjang persoalan sampah di Kabupaten Bekasi," ujarnya.
sumber : Antara
.png)
3 hours ago
2












































