Bupati Sutjidra Tegaskan Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja Milik Masyarakat Buleleng

4 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, BULELENG, – Bupati Buleleng, Bali, I Nyoman Sutjidra menegaskan bahwa Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja atau yang sebelumnya dikenal sebagai titik nol Kota Singaraja merupakan milik seluruh masyarakat. Penegasan ini disampaikan dalam puncak upacara keagamaan di kawasan tersebut pada Rabu, dengan ajakan untuk menjaga bersama ikon baru Kabupaten Buleleng itu.

"Praja Mandala Singa Ambara Raja ini milik masyarakat Buleleng, milik kita semua. Bukan milik saya ataupun milik Pak Wakil Bupati. Mari kita jaga bersama agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat," kata Sutjidra.

Puncak karya Mamungkah, Melaspas, Ngenteg Linggih, dan Mapedudusan Agung tersebut berlangsung di kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dan Kantor Bupati Buleleng. Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat setempat.

Prosesi yadnya dipuput oleh sejumlah tokoh spiritual, di antaranya Ida Pandita Mpu Nabe Ratangkara Bayu Segara Gni Ananda Wijaya Nata, Ida Sri Bhagawan Rama Sogata, Ida Rsi Bujangga Waisnawa Surya Adnyana, dan Ida Pandita Mpu Nabe Dwi Dharma Wijaya Nanda.

Nilai Spiritual dan Ruang Publik

Menurut Sutjidra, kawasan ikonik di pusat Kota Singaraja itu diharapkan memiliki nilai spiritual sekaligus menjadi ruang publik yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui upacara secara sekala dan niskala, pemerintah memohon keselamatan, kerahayuan, serta keharmonisan agar kawasan tersebut senantiasa metaksu.

Pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersihan, ketertiban, keamanan, dan kenyamanan kawasan sebagai ikon baru Kabupaten Buleleng. Kawasan ini diharapkan tidak hanya memiliki nilai estetika dan historis, tetapi juga menjadi simbol persatuan, kebanggaan, serta semangat masyarakat Buleleng dalam mewujudkan daerah yang maju, harmonis, dan sejahtera.

Rencana Pengembangan Pelabuhan Buleleng

Pada kesempatan itu, Sutjidra juga mengungkapkan rencana untuk mengembangkan kembali Pelabuhan Buleleng sebagai bagian dari upaya mengembalikan kejayaan Kota Singaraja. Menurut dia, pelabuhan tersebut memiliki nilai sejarah penting karena pernah menjadi pintu masuk perdagangan sekaligus mendukung peran Buleleng sebagai pusat pendidikan, pemerintahan, dan kebudayaan di Bali.

"Pengembangan kawasan Pelabuhan Buleleng diharapkan dapat memperkuat identitas sejarah sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Buleleng," ujarnya.

Puncak karya tersebut menjadi ungkapan rasa syukur atas rampungnya pembangunan Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja sekaligus penyucian dan penyempurnaan kawasan.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |