Petugas sensus ekonomi 2026 melakukan pendataan tempat produksi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) ikan kayu di Lambaro Skep, Banda Aceh, Aceh, Selasa (16/6/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 tidak berkaitan dengan urusan perpajakan. Penegasan ini disampaikan agar masyarakat tidak khawatir memberikan informasi yang dibutuhkan dalam proses pendataan.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan data yang disampaikan masyarakat dalam Sensus Ekonomi akan dijaga kerahasiaannya. Karena itu ia mengimbau masyarakat yang belum didata untuk tetap berpartisipasi dalam sensus.
"Jangan khawatir, data akan kami jaga kerahasiaannya dan juga kami jamin ini tidak ada kaitannya dengan perpajakan," kata Amalia di Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Ia juga mengajak masyarakat mengingatkan keluarga, kerabat, tetangga, dan rekan yang belum mengikuti pendataan agar ikut berpartisipasi. Menurutnya keterlibatan masyarakat dibutuhkan agar BPS memperoleh data yang lebih lengkap mengenai aktivitas ekonomi warga.
BPS memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin mengisi data secara mandiri. Warga bisa menggunakan kuesioner online yang disediakan BPS tanpa harus menjawab pertanyaan langsung kepada petugas.
"Kalau memang ingin mengisi secara mandiri, kami juga sudah siapkan kuesioner online dengan link-nya nanti bisa dimintakan kepada para petugas yang datang," ujar Amalia.
Menurut Amalia, pilihan pengisian mandiri ini memudahkan masyarakat yang ingin mengisi kuesioner sendiri. Warga tetap bisa berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi dengan mengisi informasi yang dibutuhkan lewat kuesioner online.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua MPR Ahmad Muzani menerima petugas BPS yang melakukan pendataan Sensus Ekonomi di kediamannya. Muzani menjawab sejumlah pertanyaan mengenai jumlah keluarga serta kegiatan usaha yang dijalankan keluarga maupun anggota keluarganya.
Muzani berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi berjalan lancar dan diikuti sebanyak mungkin masyarakat. Ia menilai data yang diperoleh dari sensus penting bagi negara untuk mengetahui aktivitas ekonomi masyarakat, sehingga kebijakan yang diambil bisa didasarkan pada data dan angka yang benar.
"Saya berharap kegiatan ini bisa berjalan lancar dan diikuti sebanyak mungkin oleh warga negara Indonesia," kata politisi Gerindra ini.
Setelah proses pendataan selesai, rumah Muzani dipasangi stiker sebagai bukti bahwa penghuni rumah tersebut sudah mengikuti Sensus Ekonomi. BPS berharap masyarakat tidak ragu berpartisipasi agar pendataan bisa menghasilkan data ekonomi yang akurat.
.png)
4 hours ago
3















































