BNI Catat Kredit Tumbuh 24,4 Persen, Kualitas Kredit Terus Membaik

13 hours ago 10

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatat pertumbuhan kredit sebesar 24,4 persen secara tahunan menjadi Rp968,5 triliun hingga semester I 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatat pertumbuhan kredit sebesar 24,4 persen secara tahunan menjadi Rp968,5 triliun hingga semester I 2026. Di tengah ekspansi tersebut, perseroan masih melanjutkan perbaikan kualitas kredit yang tercermin dari penurunan rasio loan at risk (LAR) menjadi 8,1 persen dari 11 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan pertumbuhan kredit ditopang ekspansi yang dilakukan secara selektif di berbagai segmen, mulai dari korporasi, menengah, konsumer, hingga UMKM.

“Ekspansi kredit dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan prospek industri serta profil risiko masing-masing debitur guna menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas portofolio,” ujar Paolo dalam keterangan, Rabu (5/8/2026).

Selain memperbaiki kualitas kredit, BNI juga mencatat pertumbuhan dana murah (current account saving account atau CASA) sebesar 11,2 persen menjadi Rp873,9 triliun. Peningkatan tersebut mendorong rasio CASA mencapai 65,4 persen dan membantu menurunkan biaya dana (cost of fund) menjadi 2,56 persen dari 2,78 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Di sisi profitabilitas, BNI membukukan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar Rp22,3 triliun atau tumbuh 14,2 persen. Pendapatan berbasis komisi (fee-based income) juga meningkat 14,2 persen menjadi Rp9 triliun. Hingga semester I 2026, perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp10,8 triliun.

Paolo mengatakan pertumbuhan pendapatan tidak hanya berasal dari penyaluran kredit, tetapi juga didukung peningkatan transaksi dan layanan berbasis komisi.

“Peningkatan pendapatan tidak hanya berasal dari ekspansi kredit, tetapi juga dari pertumbuhan transaksi, solusi cash management, layanan digital, serta aktivitas berbasis komisi lainnya. Diversifikasi sumber pendapatan ini penting untuk menjaga ketahanan profitabilitas BNI dalam berbagai kondisi siklus ekonomi,” katanya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |