BI Pastikan Kredit Perbankan Tetap Tumbuh Meski BI-Rate Naik

2 weeks ago 37

Tangkapan layar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam Taklimat Media yang digelar secara daring, Rabu (20/5/2026). Bank Indonesia resmi menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) memastikan aliran kredit perbankan tetap terjaga meski suku bunga acuan naik menjadi 5,25 persen. Bank sentral menilai pembiayaan dunia usaha tetap perlu didorong agar pertumbuhan ekonomi nasional tidak melemah di tengah tekanan global.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kebijakan moneter yang lebih ketat akan diimbangi dengan pelonggaran makroprudensial. Langkah tersebut dilakukan agar perbankan tetap leluasa menyalurkan kredit ke sektor riil.

“Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi atau pro-growth,” ujar Perry dalam Taklimat Media yang digelar secara daring, Rabu (20/5/2026).

BI mencatat kredit perbankan pada April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 9,49 persen. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi.

Untuk menjaga momentum tersebut, BI memperkuat kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM). Hingga awal Mei 2026, nilai insentif yang telah disalurkan mencapai Rp 424,7 triliun. Dana tersebut diarahkan ke sektor prioritas seperti pertanian, industri, hilirisasi, perumahan, hingga UMKM.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |