Arus Balik Lebaran 2026, Kakorlantas Siapkan Rekayasa Lalin

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan pihaknya mematangkan skenario rekayasa lalu lintas untuk menghadapi lonjakan arus balik Lebaran 2026. Langkah tersebut disusun berbasis analisis, evaluasi, dan perhitungan pergerakan kendaraan selama arus mudik.

Ia menjelaskan, pengendalian arus balik disiapkan melalui pendekatan bertahap dengan mempertimbangkan distribusi kendaraan serta potensi kepadatan di sejumlah titik krusial. Korlantas bersama para pemangku kepentingan telah memetakan pola pergerakan guna menentukan waktu dan jenis rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan.

“Bila perlu, pada 23 Maret 2026 kami sudah melakukan one way lokal tahap pertama dari KM 414 menuju KM 70,” kata Agus di Jakarta, Ahad (22/3/2026).

Korlantas mencatat arus kendaraan menuju Trans Jawa mencapai sekitar 66 persen, sedangkan ke arah Jawa Barat berkisar 30 hingga 35 persen. Komposisi tersebut menjadi dasar dalam menyusun strategi penguraian kepadatan saat arus balik.

Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara dinamis mengikuti kondisi di lapangan. Skema yang disiapkan meliputi one way lokal, contraflow, hingga one way nasional.

Selain pengaturan di jalan tol, Korlantas juga memperhitungkan pergerakan di kawasan aglomerasi dan destinasi wisata. Titik-titik tersebut menjadi perhatian karena berpotensi memicu lonjakan arus kendaraan pasca-Lebaran.

“Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi bersama stakeholder, arus balik diperkirakan terjadi dalam dua tahap,” ujar Agus.

Ia merincikan, pola arus balik diperkirakan terbagi dalam dua gelombang, yakni 23–24 Maret dan 28–29 Maret. Pembagian ini diharapkan dapat mendistribusikan arus kendaraan agar tidak menumpuk pada satu waktu.

Korlantas juga menyiapkan dukungan infrastruktur untuk mengurai kepadatan, termasuk pengoperasian ruas Japek II Selatan. Jalur ini diharapkan membantu memecah arus kendaraan dari arah Jawa Barat menuju Jakarta.

“Rencananya, kami akan menerapkan one way nasional arus balik sesuai arahan Kapolri. Kami juga telah berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan, Jasa Marga, dan Jasa Raharja untuk pelaksanaan flag-off pada 24 Maret 2026,” jelas Agus.

Di lapangan, rekayasa lalu lintas mulai diterapkan sejak H+1 Lebaran saat terjadi peningkatan arus di ruas Tol Jakarta–Cikampek. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran kendaraan menuju Trans Jawa.

Korlantas memastikan seluruh strategi pengendalian arus balik dijalankan secara adaptif mengikuti dinamika lalu lintas. Ini demi menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |