REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyanyi Ariana Grande mengajukan gugatan terhadap sekelompok peretas anonim yang diduga bertanggung jawab di balik kebocoran lagu dan cuplikan video musik yang belum dirilis. Gugatan tersebut diajukan di Los Angeles, Amerika Serikat, dan menargetkan para pelaku yang identitasnya belum diketahui.
Berdasarkan dokumen gugatan, para tergugat yang disebut sebagai John Does diduga menjalankan aksi phishing dan berbagai skema peretasan yang berujung pada pencurian, penyebaran, serta eksploitasi konten Ariana Grande secara ilegal. "Para pelaku menargetkan akun digital pribadi milik fotografer dan produser yang bekerja sama dengan Ariana. Setelah memperoleh akses secara ilegal, mereka menjual data dan berbagai konten hasil curian itu dengan imbalan uang dalam jumlah besar," kata tim kuasa hukum Grande dilansir Variety, Rabu (29/7/2026).
Melalui gugatan tersebut, Grande berupaya mengungkap identitas para pelaku agar mereka dapat dimintai pertanggungjawaban atas tindakan yang disebut sebagai perilaku invasif dan tercela. Gugatan itu juga menegaskan bahwa Grande ingin memastikan tindakan serupa dapat dicegah semaksimal mungkin, baik demi dirinya maupun pihak lain.
Dalam dokumen itu disebutkan kebocoran konten yang berkaitan dengan Grande telah terjadi ratusan kali sejak penyanyi tersebut memulai debut musiknya pada 2011. Salah satu insiden yang diungkap dalam gugatan terjadi pada 2019, ketika peretas diduga berhasil memperoleh kredensial masuk ke akun Dropbox milik seorang fotografer yang pernah bekerja sama dengan Grande.
Pada 2020, para pelaku disebut meretas perangkat seller milik seorang produser yang pernah berkolaborasi dengan Grande. Dari aksi tersebut, mereka diduga mengakses rekaman master, demo lagu yang belum dirilis, serta rekaman dari sesi rekaman.
Gugatan itu juga menyebut bahwa sepanjang 2023, para peretas berhasil memperoleh akses ke 45 lagu Grande yang belum dirilis sebelum akhirnya membocorkannya. Sementara itu, pada 2024, para pelaku diduga membuat akun Gmail dan nama domain yang menyamar sebagai seorang fotografer untuk mengelabui seorang teknisi digital agar mengirimkan foto-foto Ariana Grande yang belum pernah dirilis.
Selain aktif berkarya di dunia musik, Grande juga meluncurkan inisiatif filantropi terbaru melalui yayasan Brighter Days Ahead Foundation. Sebagai langkah awal, yayasan tersebut memberikan hibah kepada organisasi kemanusiaan Save the Childen UK untuk menyalurkan bantuan bagi anak dan keluarga di Gaza, Palestina.
Save the Children UK mengonfirmasi dana dari yayasan Grande akan digunakan untuk upaya kemanusiaan di Gaza. Meski jumlah hibah yang diberikan tidak diungkapkan kepada publik, organisasi tersebut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ariana Grande atas dukungan yang diberikan.
.png)
1 week ago
28














































