REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mematangkan langkah-langkah mitigasi untuk menghadapi risiko kekeringan dan krisis air bersih selama musim kemarau. Salah satu langkah tersebut adalah menyiapkan pasokan air bersih sebanyak 900 ribu liter.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengungkapkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang sudah memetakan wilayah yang rawan kekeringan. Mereka antara lain Kecamatan Kecamatan Tembalang (Kelurahan Rowosari dan Mangunharjo), Kecamatan Banyumanik (Kelurahan Jabungan), Kecamatan Gunungpati (Kelurahan Cepoko),Kecamatan Ngaliyan (Kelurahan Wonosari), serta Kecamatan Genuk yang masuk dalam pantauan khusus.
"Mayoritas wilayah rawan ini berada di area perbukitan yang minim sumber mata air serta belum sepenuhnya terjangkau jaringan PDAM. Pemkot Semarang melalui BPBD telah menyiagakan cadangan logistik air bersih sebanyak 900 ribu liter yang diproyeksikan aman hingga akhir tahun," ujar Agustina dalam keterangannya, Ahad (26/7/2026).
Agustina mengungkapkan, Pemkot Semarang menyiagakan armada truk tangki berkapasitas 5.000 liter untuk penyaluran air secara berkala. Sejauh ini, sebanyak 48 ribu liter air bersih telah didistribusikan ke sejumlah lokasi, meliputi Kelurahan Kalipancur, Perumahan Permata Tembalang, Griya Permata Permai, Perumahan Lestari Indah, Kelurahan Bulusan, dan Kantor BPBD.
"Kami memastikan sinergi lintas sektor antara BPBD, PDAM, hingga jajaran kewilayahan berjalan responsif. Jika ada wilayah yang mulai mengalami keterbatasan air, warga dapat melapor melalui pengurus RT/RW agar pengiriman bantuan armada tangki bisa segera kami jadwalkan," ucap Agustina.
Sementara untuk sektor pertanian dan irigasi, Agustina memastikan bahwa jajaran Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang terus bekerja menjaga ketersediaan pasokan air di lapangan. Sumber pasokan air irigasi berasal dari bendung-bendung sungai dan sendang-sendang yang ada.
"Menghadapi musim kemarau ini pasokan air irigasi masih aman. Saat ini yang dilakukan DPU Kota Semarang untuk menjamin amannya pasokan adalah menjaga bendung dan saluran irigasi dari kebocoran, sampah, serta endapan tanah sehingga aliran berjalan lancar," kata Agustina.
Dia pun mengimbau agar warga Kota Semarang tetap bijak dalam pemakaian air. “Karena ada potensi hari tanpa hujan (HTH) dari perkiraan BMKG, saya harap seluruh masyarakat Kota Semarang untuk tetap menggunakan air secara bijak dan efisien,” ujarnya.
.png)
7 hours ago
4

















































