REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Peringatan Milad ke-109 tahun PP ‘Aisyiyah di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menjadi momentum penguatan dakwah kemanusiaan organisasi perempuan Muhammadiyah tersebut. Dalam resepsi milad itu, PP ‘Aisyiyah meluncurkan kembali 116 Pos Bantuan Hukum (Posbakum) gratis bagi perempuan dan kelompok rentan.
Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, mengatakan Posbakum merupakan bentuk nyata layanan kemanusiaan yang dihadirkan ‘Aisyiyah di tengah masyarakat. Layanan ini menjadi bagian dari upaya ‘Aisyiyah dalam mencegah dan menangani berbagai persoalan kekerasan yang dialami masyarakat, khususnya perempuan.
"Insya Allah akan kita kukuhkan kembali, kita launching kembali sebagai bentuk layanan kemanusiaan Pimpinan Pusat Aisyiyah kepada perempuan-perempuan yang mempunyai masalah hukum. Melalui Posbakum yang ada tanpa dipungut biaya sedikit pun," ujar Salmah dalam sambutannya, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, program tersebut juga menjadi langkah memperkuat gerakan dakwah kemanusiaan yang selama ini dijalankan ‘Aisyiyah.
"Dakwah tidak hanya dimaknai sebagai ajaran normatif, tetapi praktik nyata dalam mengatasi kemiskinan, kebodohan, ketimpangan sosial, kekerasan, serta membangun kehidupan yang damai dan berkeadilan," kata dia.
Selain meluncurkan Posbakum, PP ‘Aisyiyah juga melakukan soft launching TK ABA Semesta yang disebut sebagai kado dari Unisa Yogyakarta. Salmah menyebut momentum milad kali ini menjadi refleksi sekaligus peneguhan arah gerakan ‘Aisyiyah yang menjadikan nilai kemanusiaan dan perdamaian sebagai inti dakwah.
"Sejak berdirinya 'Aisyiyah telah menunjukkan kiprah signifikan dalam bidang sosial, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan. Aisyiyah tidak hanya menjadi pelopor gerakan sosial berbasis agama, tetapi juga menjadi wadah konsolidasi sosial di tengah masyarakat. Sampai saat ini Aisyiyah konsisten dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan perempuan serta anak-anak melalui pengelolaan lembaga pendidikan, kesehatan, sosial ekonomi dan media cetak maupun online," katanya.
Apresiasi terhadap kiprah ‘Aisyiyah turut disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir. Dalam pidatonya, Haedar menyebut usia 109 tahun menjadi bukti kematangan ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Islam modern yang terus berkembang.
"Hari ini miladnya ‘Aisyiyah ke-109 sebagai organisasi perempuan Islam modern pertama di Indonesia yang mendobrak dua hal. Pertama, pandangan agama yang konservatif yang menghalangi perempuan untuk berada dan berperan di ruang publik. Kedua, budaya yang tidak menghendaki perempuan berperan secara publik dan lebih ke domestik," ucapnya.
"Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan tahniah (ucapan selamat -Red). Kami yakin dengan usia satu abad lebih sembilan tahun ini, ‘Aisyiyah akan semakin unggul, berkemajuan, dan terus memperkuat kontribusinya bagi bangsa," ujarnya menambahkan.
Haedar menyampaikan, sejak awal berdiri ‘Aisyiyah telah mendobrak pandangan konservatif yang membatasi perempuan di ruang publik. Menurutnya, gerakan ‘Aisyiyah terus berkembang tidak hanya dalam tataran pemikiran, tetapi juga aksi nyata yang membumi di tengah masyarakat, termasuk melalui pendidikan anak usia dini.
Dalam kesempatan itu, Haedar juga menegaskan bahwa pesan kemanusiaan dan perdamaian akan selalu menjadi bagian penting dari gerakan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
"Pesan kemanusiaan dan kedamaian akan selalu lekat dengan ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah," ucapnya.
.png)
2 weeks ago
30

















































