459 Ton Durian RI Laku Rp42,5 Miliar, China Jadi Rebutan

2 hours ago 2

Petugas menunjukkan daging buah durian saat festival dan lomba durian di Desa Dayah Baro, Krueng Sabee, Aceh Jaya, Aceh, Senin (18/7/2022). Festival dan lomba durian yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya bekerjasama dengan Durian Traveler Indonesia tersebut diikuti 60 peserta dengan 60 varian durian lokal dengan tujuan untuk mempromosikan wisata kabupaten setempat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Upaya mendorong ekspor durian ini dinilai menjadi bagian penting dalam strategi diversifikasi komoditas ekspor Indonesia yang selama ini masih didominasi sektor energi dan tambang. Pemerintah mulai menggeser fokus ke sektor hortikultura yang memiliki nilai tambah tinggi.

Penguatan komoditas durian juga sejalan dengan tren meningkatnya permintaan buah tropis di pasar global, terutama di kawasan Asia Timur yang memiliki daya beli besar dan preferensi kuat terhadap produk premium.

China sendiri dikenal sebagai salah satu pasar terbesar untuk durian dunia, dengan konsumsi yang terus meningkat setiap tahunnya. Permintaan yang tinggi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas pangsa pasar yang selama ini didominasi negara lain.

Selain faktor permintaan, kualitas produk menjadi kunci utama dalam memenangkan persaingan. Oleh karena itu, pemerintah mendorong penerapan standar kualitas internasional, termasuk dalam proses budidaya, panen, hingga distribusi.

Dalam konteks ini, peran petani dan pelaku usaha lokal menjadi sangat strategis. Mereka tidak hanya dituntut meningkatkan produksi, tetapi juga menjaga konsistensi kualitas agar mampu memenuhi standar ekspor yang ketat.

Pengembangan infrastruktur logistik juga menjadi perhatian penting, mengingat durian segar memiliki karakteristik yang mudah rusak dan membutuhkan penanganan khusus agar tetap layak konsumsi saat tiba di negara tujuan.

Pemerintah pun terus memperkuat dukungan melalui penyediaan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) serta peningkatan konektivitas antarwilayah untuk mempercepat distribusi komoditas.

Selain itu, kerja sama bilateral antara Indonesia dan China di bidang perdagangan hortikultura juga diharapkan semakin diperkuat untuk memperlancar akses pasar dan mengurangi hambatan non-tarif.

Para pelaku industri menilai bahwa jika dikelola secara optimal, durian dapat menjadi salah satu komoditas unggulan baru yang mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap devisa negara.

Dengan potensi yang besar serta dukungan kebijakan yang terus diperkuat, sektor hortikultura berbasis kawasan transmigrasi diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |